Pemahaman Dasar Formasi 3-5-2

Cesare Parandelli membuat italia bermain menyerang dengan pola 3-5-2 di ajang Euro 2012


Formasi 3-5-2 yang dikenal dengan formasi klasik yang dikenalkan oleh Carlos Billardo dari Argentina dan Franz Beckenbauer dari Jerman Barat pada Piala Dunia 1986 Meksiko. Salah satu kelebihan dari formasi ini adalah banyak nya pemain yang mengisi pos di lini tengah dan selain itu formasi ini juga tercipta banyak segitiga yang terjadi secara natural sehingga memudahkan pemain untuk melakukan support kepada rekan satu tim di setiap lini permainan. Selain itu formasi ini sangat mudah untuk saling mengisi ketika tim kehilangan bola dan formasi ini sangat mudah untuk dimainkan.

Beberapa segitiga yang tercipta dalam formasi 3-5-2

Kedua formasi di bawah menggambarkan formasi 3-5-2 saat bola dikuasai lawan/ bertahan dan saat bola dalam penguasaan/ menyerang. Pada umumnya prinsip bertahan tetap sama apapun formasi yang di pakai seperti yang telah dijabarkan dalam Taktik Bertahan dan Prinsip bermain 4-4-2.


Prinsip bertahan saling mengisi


Ket :
Di saat right midfielder (RMF)/ sayap kanan membawa bola di area tengah lapangan permainan, bola tersebut berhasil direbut oleh pemain lawan. untuk mengatasinya jangan RMF tersebut yang merebut bola, apabila RMF tadi yang merebut kembali bola, dengan posisi nya yang sudah pasti tertinggal karena harus berbalik badan terlebih dahulu menjelag ia kembali pada posisinya gawang sudah di serang lawan duluan. Maka dari itu pemain terdekatlah DMF (panah 1) yang menutup ruang yang ditinggalkan RMF tadi, dan celah yang ditinggalkan oleh DMF ditutup oleh CMF (panah 2) begitupun CF menutup ruang yang ditinggalkan CMF (panah 3), RMF menutup celah yang ditinggalkan CF (panah 4) dan pemain lain bergerak secara bersama ke arah datangnya bola.

Begitupun apabila lawan telah memasuki lini pertahanan tim 

Ket :
Center Back (CB) yang berada di sisi kanan bergerak menutup dan berusaha merebut bola dari lawan (panah 1), sementara  CB yang berada di tengah (panah 2) menutup ruang yang ditinggal CB yang bergerak menutup/ merebut bola dari lawan, celah yang ditinggal CB yang berada di tengah ditutup DMF (panah 3), RMF menutup ruang yang ditinggal DMF (panah 4) begitu pun dengan CF menutup ruang yang ditinggal rekan mereka (panah 5 dan 6). Sehingga barisan pertahanan tetap rapat dan tidak timpang. Sehingga tercipta situasi 4-5-1 saat bertahan.

Ketika tim menyerang

Ket :
Posisi ketika menyerang melalui sayap kanan, salah satu strategi menyerang melalui sayap kanan menyerang melalui sisi kiri pertahanan lawan, ketika sayap kanan membawa bola untuk melepaskan umpan ke tengah, kedua striker dan sayap kiri naik ke atas sehingga membentuk pisang, strategi ini disebut juga dengan strategi centring targets (lihat strategi menyerang dan bertahan pada blog ini). Dimana banyak pemain yang mengisi ruang di area kotak pinalti lawan guna mencari celah untuk mencetak gol, selain kedua striker yang naik kedepan, sayap kiri pun ikut membantu naik kedepan dengan sedikit melebar, dengan tujuan apabila bola tidak dapat di respon dengan baik oleh striker maka masih ada pemain dari sayap kiri yang akan menyongsong bola. Begitu pun gelandang central yang stay di depan area kotak pinalti lawan untuk siap menyambut bola liar yang datang dari antisipasi pemain belakang lawan yang kurang baik. Dua gelandang bertahan hanya sedikit naik untuk menjaga keseimbangan tim apabila bola berbalik arah. Maka terciptalah situasi 3-3-4 saat menyerang.

Itulah penjelasan dasar yang sangat sederhana tentang permainan dengan pola 3-5-2 yang pasti dapat anda kembangkan lebih baik lagi. Pola ini sangat mudah untuk dimainkan, Ketika saya masih bermain dan menjadi pelatih, pola ini sangat mudah di cerna dan di mengerti. Dan mudah untuk di terapkan kepada pemain, terutama untuk tingkat pemula. Salam untuk kita semua pecinta sepakbola. Semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: