Cara Mengevaluasi Fisik Pemain : Daya Tahan (endurance) dan Kecepatan (sprint)

     Sepakbola merupakan salah satu permainan yang banyak menguras tenaga. Maka dari itu fisik merupakan pondasi dari pemain sepakbola, dan untuk menentukan fisik pemain tidak bisa dilihat secara kasat mata. Perkembangan fisik pemain harus mutlak dilakukan melalui serangkaian tes yang tercatat rapi, data yang diperolehpun sangat berguna untuk membandingkan level fisik pemain yang satu dengan pemain yang lainnya. Adapun beberapa tes kondisi fisik yang dapat dilakukan untuk mengevaluasi fisik pemain antara lain :


Sprint Test

Test sprint murni, arahkan pemain untuk melakukan sprint secepat mungkin sejauh 36,6 meter. biarkan masing - masing pemain melakukan 2 kali sprint. Catat hasil rata - rata. Untuk pemain berumur 15 tahun keatas terget kecepatan adalah 5,1 detik sampai 4,6 detik.

Tes Daya Tahan (endurance)

Cara menilai stamina seorang pemain adalah dengan mengukur Vo2max pemain tersebut. Vo2max adalah kemampuan maksimal sesorang untuk menyalurkan dan menggunakan oksigen saat melakukan aktifitas olahraga berat. Semakin besar kemampuan seorang menyerap oksigen semakin bagus pula kondisi fisiknya khusus nya dalam hal endurance. Volume maksimal oksigen (vo2max) diukur dalam mililiter per kilogram per menit (ml/kg/min). Berikut tes yang digunakan untuk daya tahan (endurance).

  • Cooper Test. Arahkan pemain untuk berlari selama 12 menit di atas track lari 400 meter (yang ditandai dengan cones setiap 50 meter). Pemain berlari secepat dan sestabil mungkin.
    formula menghitung Vo2max
    Contoh : Pemain A menempuh jarak 3000 meter dalam 12 menit. Jadi cara menghitung Vo2max pemain A sebagai berikut : 0.225 x 3000 - 11.3 = 56.2 ml/kg/min.
     
  • Balke Test. Untuk test ini arahkan pemain untuk berlari selama 15 menit diatas track 400 meter (yang ditandai dengan cones setiap 50 meter). Cocokan jarak tempuh pemain setelah berlari secepat namun sestabil mungkin dengan tabel dibawah ini:

       

    Vo2max sangat penting untuk ditingkatkan karena 10% saja peningkatan Vo2max berarti : Jumlah sprint yang dilakukan seorang pemain dalam sebuah pertandingan rata-rata meningkat dua kali lipat (100%). Hampir 25% lebih banyak terlibat selama pertandingan. Peningkatan jarak tempuh selama pertandingan 20%. Sebagai contoh, apabila pemain A tadinya memiliki Vo2max ml/kg/min. Pemain A yang tadinya rata - rata berlari sejauh 8 km/ pertandingan, melakukan 10 sprint dan 40 kali terlibat selama pertandingan, kini (dengan Vo2max yang lebih baik 10%) berlari sejauh 9,6 km, melakukan 20 sprint dan terlibat 50 kali selama pertandingan ! Apabila perkembangan diatas dialami oleh semua pemain, bisa dibayangkan betapa besar pengaruh peningkatan Vo2max pada jalannya dan juga hasilnnya pertandingan.

    Sebagai perbandingan perhatikan rata - rata Vo2max dunia internasional berdasarkan posisi level pemain. 

     
     
     
    sumber : 
    Kurikulum dan Pedoman Dasar Sepakbola Indonesia (Timo Scheunemann, 2012, PSSI)
    Berlatih Sepakbola (Ardo, Dony, Dede, 2020, Zenius Publisher)

Subscribe to receive free email updates: